Hal-hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Jika Ingin Pakai KB Spiral

Untuk merealisasi program Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerintah demi menekan angka kelahiran agar kepadatan penduduk dan berbagai sektor yang berkaitan bisa terkendali, maka menggunakan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan adalah solusi yang baik. Salah satu yang banyak digunakan adalah KB spiral.

Read More

KB spiral adalah alat kontrasepsi yang dipasang di uterus wanita untuk menghentikan kehamilan selama beberapa waktu. Tapi pertanyaannya, apakah KB spiral aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama? Dan apakah KB spiral efektif untuk menunda kehamilan?

Nah, sebelum pasang KB spiral ada baiknya kamu mempertimbangkan hal-hal dibawah ini

1. Keefektifan

Untuk mengetahui seberapa efektifnya KB spiral ini, kamu harus tahu bagaimana cara kerjanya. KB spiral ada dua macam, yang terbuat dari plastik (IUD hormonal) dan tembaga (IUD non hormonal). IUD hormonal bekerja dengan cara melepaskan hormon untuk menebalkan cairan serviks agar sulit ditembus oleh sperma.

Sedangkan IUD non hormonal yang terbuat dari tembaga bekerja dengan cara merusak setiap sperma yang masuk ke leher rahim, juga menghentikan perkembangan sel telur, dan merusak sel telur yang sedang berkembang.

Kedua jenis KB spiral tersebut efektif untuk mencegah kehamilan. Bahkan angka keberhasilannya mencapai 99%. KB spiral bisa mencegah kehamilan lebih lama/ semi permanen daripada menggunakan alat kontrasepsi yang lain yang sifatnya temporer.

2. Cara pemasangan

Memasang benda di rahim, membacanya saja mungkin sudah membuat bergidik ngeri sekaligus nyeri. Oleh karena itu, pemasangannya tidak bisa sembarangan. pemasangan KB spiral tidak bisa kamu lakukan sendiri. Kamu harus berkonsultasi pada dokter kandungan/ bidan sebelum melakukan pemasangan KB spiral.

Ingat, pemasangan ini harus dilakukan oleh dokter. Nah, saat pemasangan, kamu akan dibius sehingga rasa sakitnya akan berkurang. Vagina kamu akan terlebih dahulu dibersihkan, setelah itu ada bius khusus yang disuntikkan di leher rahim. Barulah dilakukan pemasangan KB spiral di area rahim.

Begitupun ketika kamu ingin hamil lagi dan berniat untuk melepaskan KB spiral yang terpasang di rahim. Sekali lagi, tindakan pemasangan dan pelepasan KB spiral hanya boleh dilakukan oleh dokter.

3. Efek samping

Memasang benda dalam tubuh pasti ada efek sampingnya. Biasanya orang yang memasang KB spiral akan mengalami hal-hal yang biasa dialami saat menstruasi, seperti PMS, pendarahan 1 atau 2 hari saat awal pemakaian, sakit kepala, kram, dan sebagainya. Seiring waktu, efek samping ini akan mereda.

Itulah hal-hal yang harus kamu pikirkan sebelum memutuskan untuk memasang KB spiral. Alat kontrasepsi satu ini sebaiknya kamu gunakan jika sudah pernah hamil sebelumnya. Karena sifatnya yang bisa bertahan hingga tahunan, ada baiknya digunakan jika sudah benar-benar tidak ingin menambah momongan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *